Logo WhatsApp
oleh: admin pada: 29/07/2023 07:21 Memotivasi Si Kecil dengan Hadiah Strategi Efektif yang Menurut Pakar Psikolog

Sebagai orang tua atau pengasuh, memotivasi anak menjadi tugas yang tak kalah penting dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satu cara yang populer digunakan untuk memotivasi anak adalah dengan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi atau perilaku positifnya.
Namun, penting bagi kita sebagai orang dewasa untuk memahami bahwa memberikan hadiah bukan semata-mata untuk memanjakan anak, melainkan juga sebagai alat untuk menguatkan motivasi dan memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Pentingnya Memberikan Hadiah dengan Benar

Memberikan hadiah kepada anak merupakan bentuk reinforcement positif yang dapat meningkatkan kemungkinan perilaku yang diinginkan terjadi lebih sering. Namun, penting untuk menggunakan hadiah dengan bijaksana dan tidak berlebihan. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai memberikan hadiah dengan benar:

1. Keterkaitan dengan Perilaku Positif:
Hadiah sebaiknya diberikan sebagai apresiasi atas perilaku positif atau prestasi anak. Ini membantu anak untuk mengidentifikasi perilaku mana yang diharapkan dan memperkuatnya.

2. Konsistensi:
Hadiah yang diberikan sebaiknya konsisten dengan perilaku yang diinginkan. Hal ini membantu anak untuk mengaitkan perilaku positif dengan hadiah yang diberikan.

3. Proporsionalitas:
Pastikan hadiah yang diberikan sebanding dengan prestasi atau perilaku positif yang ditunjukkan oleh anak. Hadiah yang terlalu kecil mungkin tidak cukup memotivasi, sementara hadiah yang terlalu besar bisa menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis.

4. Variasi:
Cobalah variasikan hadiah yang diberikan agar tidak monoton dan tetap menarik bagi anak. Berbagai jenis hadiah seperti mainan, buku, waktu bermain bersama, atau kegiatan khusus bersama keluarga dapat menjadi pilihan.

5. Contoh:
Jadilah contoh yang baik dengan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi atau usaha anak. Anak akan belajar dari contoh orang tua dalam memperlakukan orang lain dengan penuh perhatian dan apresiasi.

6. Jangan Menjanjikan Hadiah yang Tak Pasti:
Hindari memberikan janji hadiah yang tak pasti sebagai imbalan. Ini bisa menyebabkan anak fokus pada hadiah semata, bukan pada upaya dan prestasinya.

Lebih dari Sekadar Hadiah: Bentuk Cinta dan Perhatian

Selain memberikan hadiah sebagai bentuk motivasi, ada banyak cara lain yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk memotivasi si kecil. Berikut adalah beberapa bentuk cinta dan perhatian yang dapat diberikan untuk memperkuat motivasi anak:

1. Memberi Perhatian:
Sediakan waktu untuk berbicara dan mendengarkan anak dengan penuh perhatian. Anak merasa dihargai ketika orang tua dengan sengaja mengalokasikan waktu untuk berinteraksi dengannya.

2. Memberi Pelukan dan Ciuman:
Sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman adalah cara sederhana namun kuat untuk menunjukkan kasih sayang dan dukungan emosional kepada anak.

3. Memberi Sentuhan:
Sentuhan lembut seperti memegang tangan, merangkul, atau mengusap punggung anak dapat membantu membangun ikatan emosional yang kuat dan memberikan rasa aman kepada anak.

4. Memberi Kasih Sayang:
Berbicara dengan penuh kasih sayang dan menggunakan kata-kata positif akan membantu anak merasa dihargai dan didukung.

5. Memberi Pujian:
Berikan pujian yang tulus dan spesifik ketika anak menunjukkan perilaku yang diinginkan atau mencapai prestasi. Pujian yang tulus akan memotivasi anak untuk terus berusaha melakukan yang terbaik.

6. Mendorong Kemandirian:
Berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu dengan mandiri. Memberi tanggung jawab dan kepercayaan pada anak dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.

Mengenal Love Language Anak

Setiap anak memiliki bahasa cinta atau love language yang berbeda-beda. Mengetahui love language anak dapat membantu kita memberikan bentuk cinta dan apresiasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensinya. Berikut adalah beberapa tipe love language yang sering ditemui pada anak:

  • Words of Affirmation (Pujian dan Kata-kata Penghargaan):
    Anak dengan love language ini akan merasa dihargai dan termotivasi melalui pujian, kata-kata positif, dan pengakuan atas prestasinya.
  • Physical Touch (Sentuhan Fisik):
    Anak dengan love language ini merasa dekat dan dicintai melalui pelukan, ciuman, dan sentuhan fisik yang penuh kasih sayang.
  • Quality Time (Waktu Bersama):
    Anak dengan love language ini merasa paling dihargai dan dicintai ketika Anda menghabiskan waktu berkualitas bersamanya, seperti bermain atau melakukan aktivitas bersama.
  • Acts of Service (Tindakan Kasih Sayang):
    Anak dengan love language ini merasa dihargai melalui tindakan kasih sayang seperti membantu mengerjakan tugas atau memenuhi kebutuhan anak.
  • Gifts (Hadiah):
    Anak dengan love language ini merasa dihargai dan termotivasi melalui hadiah-hadiah kecil yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya atau perilaku positif.

Motivasi yang Menyelaraskan dengan Nilai dan Tujuan

Selain memberikan hadiah dan bentuk cinta lainnya, motivasi yang efektif juga harus menyelaraskan dengan nilai dan tujuan yang ingin diwujudkan oleh orang tua. Bantu anak untuk mengenali tujuan yang ingin dicapai dan mengajaknya untuk berpartisipasi aktif dalam merencanakan langkah-langkah menuju tujuan tersebut. Melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan dan memberi tanggung jawab dapat meningkatkan motivasi intrinsiknya, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri.

Memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi anak merupakan praktik yang umum digunakan oleh banyak orang tua. Namun, penting untuk memberikan hadiah dengan benar, konsisten, dan sesuai dengan perilaku yang diinginkan.

Sebagai orang tua, peran Anda adalah memberikan dukungan, kasih sayang, dan arahan yang positif untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berprestasi.