Logo WhatsApp
oleh: admin pada: 30/07/2023 14:01 Bayi Kentut Terus, Wajar Nggak Sih?

Saat memiliki bayi, ada begitu banyak hal yang membuat para orangtua resah dan bertanya-tanya apakah perilaku bayi mereka normal atau tidak. Salah satu pertanyaan umum yang sering muncul adalah tentang bayi yang kentut terus.
Orangtua sering kali khawatir jika bayi mereka mengalami kentut berlebihan atau bahkan merasa cemas jika bayi mereka tidak kentut sama sekali.

Apa Itu Kentut pada Bayi?

Sebelum masuk ke pembahasan apakah kentut bayi yang terus-menerus itu normal, mari kita pahami dulu apa itu kentut pada bayi. Kentut adalah pelepasan gas dari saluran pencernaan melalui mulut. Gas ini umumnya terdiri dari udara yang tertelan saat bayi makan atau minum, dan juga gas-gas yang dihasilkan selama proses pencernaan makanan dalam perut bayi.

Mengapa Bayi Kentut?

Bayi kentut karena udara yang tertelan saat makan atau minum. Ketika bayi menyusui, mereka juga menghirup sejumlah udara bersama dengan ASI. Selain itu, jika bayi menggunakan botol susu, proses hisapan dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke perutnya. Udara yang tertelan ini kemudian akan keluar dalam bentuk kentut untuk mengurangi tekanan di perut bayi.

Selain itu, selama proses pencernaan, bakteri dalam usus bayi juga menghasilkan gas-gas tertentu sebagai hasil dari proses pencernaan makanan. Ini juga dapat menyebabkan bayi kentut.

Bayi Kentut Terus, Apakah Normal?

Sekarang, pertanyaan utama adalah apakah bayi yang kentut terus-menerus itu normal atau tidak? Jawabannya adalah: Ya, kentut pada bayi adalah hal yang normal dan umum terjadi. Bayi yang baru lahir hingga usia beberapa bulan umumnya akan sering kentut. Ini disebabkan karena sistem pencernaan mereka masih belum sepenuhnya matang dan proses pembentukan dan pelepasan gas dalam perutnya masih dalam tahap pengaturan.

Seiring waktu, ketika sistem pencernaan bayi semakin matang, frekuensi kentutnya akan berkurang. Sehingga, bayi yang lebih besar umurnya mungkin tidak kentut sebanyak bayi yang masih baru lahir.

Berapa Banyak Frekuensi Kentut yang Normal?

Tidak ada jumlah pasti kentut yang dianggap "normal" karena setiap bayi adalah individu yang unik. Beberapa bayi mungkin lebih sering kentut dibandingkan dengan yang lain, dan hal ini bisa berbeda dari hari ke hari.

Namun, secara umum, bayi yang baru lahir hingga usia beberapa bulan mungkin akan kentut setiap beberapa menit atau lebih sering. Beberapa bayi bahkan mungkin kentut beberapa kali dalam satu waktu makan. Hal ini sangat normal dan tidak perlu dikhawatirkan, selama bayi tidak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan atau kesulitan dalam hal lain.

Kapan Orangtua Perlu Khawatir?

Walaupun kentut pada bayi adalah hal yang normal, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai oleh orangtua. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan, seperti merengek, menangis, atau menarik kaki ke perutnya, ini bisa menjadi tanda bahwa bayi mengalami gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lainnya. Jika bayi juga tidak mengeluarkan kotoran dengan lancar, atau mengalami kesulitan makan, ini juga bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan sistem pencernaannya.

Jika Anda merasa khawatir dengan kentut atau perilaku pencernaan bayi Anda, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan anak. Mereka dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan penilaian yang lebih akurat tentang kondisi kesehatan bayi Anda.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Kentut pada Bayi?

Meskipun kentut pada bayi adalah hal yang normal dan tidak dapat dihindari sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk membantu mengurangi frekuensi kentut dan membuat bayi merasa lebih nyaman:

  1. Pastikan Bayi Makan dengan Tenang dan Tidak Terlalu Cepat: Jika Anda menyusui, pastikan bayi benar-benar mengisi mulutnya dengan ASI untuk mengurangi udara yang tertelan. Jika menggunakan botol, pilihlah dot yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan bayi.
  2. Gendong Bayi dalam Posisi Tegak: Setelah makan, gendong bayi dalam posisi tegak agar gas yang terperangkap dapat lebih mudah keluar.
  3. Beri Kesempatan untuk Kentut Setelah Makan: Setelah makan, beri kesempatan bagi bayi untuk kentut sebelum Anda mengembalikannya ke tempat tidur atau aktivitas lainnya.
  4. Hindari Penggunaan Botol Susu dengan Sudut Terlalu Tajam: Jika menggunakan botol susu, pastikan botolnya tidak memiliki sudut terlalu tajam yang bisa menyebabkan banyak udara masuk ke mulut bayi.
  5. Pijat Perut Bayi: Lakukan pijatan perut lembut dengan gerakan melingkar searah jarum jam untuk membantu mengeluarkan gas yang tertahan.
  6. Gunakan Gaya "Sepeda" Saat Menggendong Bayi: Saat menggendong bayi, lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan kakinya untuk membantu menggerakkan gas di perut.

Tenaaang Bunda... kembung wajar terjadi pada bayi karena pencernaannya yang belum sempurna. Tapi tahukah Bunda, kandungan minyak adas dalam minyak telon berkhasiat meredakan kembung dan kolik pada bayi.
Itulah sebabnya minyak telon selalu menjadi andalan Bunda di rumah. Seperti Jana Telon yang hangatnya pas dan aromanya yang enak. Tidak hanya bayi, namun seluruh keluarga pun suka! 

Tenang, ada Jana
Ada Jana, TENANG...