Logo WhatsApp
oleh: admin pada: 30/07/2023 15:55 Tips Memperkenalkan MPASI pada Anak Kenalkan Makanan Baru dengan Penuh Cinta dan Sabar

Memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada anak merupakan salah satu tonggak penting dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Proses ini biasanya dimulai ketika bayi berusia sekitar 6 bulan, ketika sistem pencernaan dan kemampuan mengunyahnya sudah cukup matang untuk menghadapi makanan padat selain ASI atau susu formula.

Namun, memperkenalkan MPASI tidak semudah yang terlihat. Setiap anak memiliki respon yang berbeda terhadap makanan baru, dan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi si kecil.

Tips Memperkenalkan MPASI Pada Anak Dengan Penuh Cinta dan Kesabaran.

1. Tunjukkan Tanda-tanda Siap Menerima MPASI
Sebelum memperkenalkan MPASI pada anak, pastikan si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan. Beberapa tanda tersebut antara lain:

  • Bayi sudah berusia sekitar 6 bulan atau lebih.
  • Si kecil dapat duduk dengan stabil dan tanpa bantuan.
  • Kemampuan mengendalikan leher dan kepala sudah baik.
  • Meningkatnya minat terhadap makanan yang dikonsumsi oleh orang di sekitarnya.
  • Hilangnya refleks muntah dari lidah, sehingga bayi dapat menggerakkan makanan dari depan ke belakang mulut.

2. Pilih Makanan yang Tepat untuk Diperkenalkan
Saat memperkenalkan MPASI pada anak, pilih makanan yang mudah dicerna dan rendah risiko alergi. Beberapa pilihan makanan pertama yang umumnya diberikan adalah bubur nasi atau bubur beras merah yang dihaluskan, pure sayuran seperti wortel atau labu, serta pure buah seperti pisang atau apel. Pastikan makanan tersebut dalam tekstur yang lembut dan tidak terlalu padat untuk memudahkan bayi dalam mengonsumsinya.

3. Kenalkan Satu Jenis Makanan pada Satu Waktu
Untuk mengenalkan MPASI pada anak dengan baik, kenalkan satu jenis makanan pada satu waktu. Tunggu beberapa hari sebelum memberikan jenis makanan yang baru. Hal ini bertujuan agar Anda dapat memantau respon bayi terhadap makanan tersebut dan memastikan tidak ada reaksi alergi atau masalah pencernaan. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tidak menyukai makanan tertentu, jangan langsung menyerah. Coba beberapa kali dengan variasi cara penyajian yang berbeda.

4. Berikan Makanan dengan Penuh Kesabaran dan Cinta. 
Memperkenalkan makanan baru pada anak membutuhkan kesabaran dan waktu. Jangan memaksakan anak untuk mengonsumsi makanan yang tidak disukainya. Berikan makanan dengan penuh kesabaran dan cinta, sambil memberikan senyum dan pujian saat si kecil mencoba dan menyukai makanan tersebut. Hal ini akan memberikan dukungan positif bagi anak dalam menjalani proses eksplorasi makanan baru.

5. Perhatikan Konsistensi MakananKetika memperkenalkan MPASI pada anak, perhatikan konsistensi makanan yang diberikan. Mulailah dengan makanan yang lembut dan halus, kemudian perlahan-lahan tingkatkan konsistensinya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Konsultasikan juga dengan dokter atau ahli gizi mengenai makanan yang sesuai untuk usia dan kebutuhan gizi anak Anda.

6. Perkenalkan Bahan Makanan Satu per SatuSaat memperkenalkan makanan baru pada anak, perkenalkan satu jenis bahan makanan per satu. Misalnya, jika ingin memperkenalkan sayuran, pilih satu jenis sayuran terlebih dahulu, seperti wortel. Berikan wortel dalam bentuk pure atau bubur halus, kemudian amati reaksi anak terhadap makanan tersebut. Setelah beberapa hari dan tidak ada masalah, barulah Anda dapat memperkenalkan sayuran lainnya.

7. Perhatikan Suhu Makanan
Pastikan suhu makanan yang diberikan pada anak sesuai dengan yang diinginkan si kecil. Sebagian anak mungkin lebih suka makanan hangat, sedangkan yang lainnya lebih menyukai makanan dingin. Perhatikan juga suhu makanan agar tidak terlalu panas dan membahayakan mulut dan tenggorokan bayi.

8. Tetapkan Jadwal Makan yang Teratur
Tetapkan jadwal makan yang teratur untuk anak, terutama ketika sudah mulai mengonsumsi MPASI. Hal ini akan membantu anak dalam mengatur pola makan dan mengembangkan kebiasaan makan yang baik. Usahakan memberikan makanan pada waktu yang sama setiap harinya, baik itu saat sarapan, makan siang, atau makan malam.

9. Jangan Gunakan Tekanan atau Pengalihan Perhatian
Hindari menggunakan tekanan atau pengalihan perhatian untuk memaksa anak makan. Hal ini dapat menciptakan asosiasi negatif dengan makanan dan mempengaruhi hubungan anak terhadap makanan di masa depan. Sebagai gantinya, berikan pilihan makanan yang menarik dan sehat, serta berikan contoh positif dengan menyantap makanan bersama.

10. Bersabarlah dan Nikmati Prosesnya
Yang terpenting, bersabarlah dan nikmati proses memperkenalkan MPASI pada anak. Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, dan proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Saksikan betapa si kecil mulai mengeksplorasi rasa dan tekstur makanan baru dengan penuh kegembiraan. Jangan ragu untuk mendiskusikan perkembangan anak Anda dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang tepat.

Bayi Bunda sudah menjelang saatnya MPASI? Tenang Bunda, yuk simak tipsnya biar lancar memulai MPASI-nya. Nikmati kehangatan momen Bunda dan si Kecil tanpa rewel. Seperti hangatnya Jana Telon yang menenangkan.

Tenang, ada Jana
Ada Jana, TENANG...