Logo WhatsApp
oleh: admin pada: 24/07/2023 07:02 Strategi Menghadapi Tantrum pada Anak dengan Bijaksana

Tantrum pada anak adalah salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh orang tua. Tantrum adalah ledakan emosi dan perilaku yang kuat yang biasanya terjadi ketika anak merasa frustrasi, lelah, atau tidak dapat mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.
Ketika anak mengalami tantrum, orang tua sering kali merasa kesulitan dan cenderung merespons dengan kemarahan atau kesal.

Namun, penting untuk diingat bahwa marah atau menghukum anak saat tantrum tidaklah efektif dan dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional dan sosial anak.
mmm...inhale exhale
Hirup wanginya Jana Telon dulu yuk
Kandungan Bidara dalam Jana Telon berkhasiat membantu lebih rileks dan tenang, biidznillah

Mengapa Tidak Marah pada Anak yang Sedang Tantrum?

Marah pada anak yang sedang tantrum tidak membantu mengatasi situasi dan malah dapat memperburuknya. Ketika orang tua marah atau kesal, anak mungkin merasa disalahkan atau takut, dan ini dapat memperkuat perilaku tantrum di masa depan. Selain itu, marah pada anak yang sedang tantrum juga dapat menyebabkan trauma emosional dan merusak hubungan antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, penting untuk menghadapi tantrum dengan tenang dan penuh pengertian.

Strategi Menghadapi Tantrum dengan Bijaksana

Berikut adalah beberapa strategi bijaksana yang dapat Anda terapkan saat menghadapi tantrum anak:

  1. Tetap Tenang dan Sabar, 
    Cobalah untuk tetap tenang dan sabar saat menghadapi tantrum anak. Jangan membalas emosi dengan emosi yang sama. Mengendalikan diri dan tetap tenang akan membantu menenangkan anak dan mencegah situasi semakin buruk.
  2. Berikan Dukungan Emosional, 
    Dalam saat-saat tantrum, anak membutuhkan dukungan emosional dari orang tua. Cobalah untuk mendekatinya dengan penuh kasih sayang dan berbicara dengan lembut. Katakan kepadanya bahwa Anda mengerti perasaannya dan bahwa Anda di sini untuk mendukungnya.
  3. Cari Tahu Penyebab Tantrum, 
    Cobalah mencari tahu penyebab tantrum anak. Apakah ia merasa frustrasi karena tidak dapat mengungkapkan perasaannya? Apakah ia lelah atau lapar? Dengan mengetahui penyebab tantrum, Anda dapat lebih baik dalam mengatasi situasi tersebut.
  4. Berikan Pilihan, 
    Memberikan anak pilihan dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya tantrum. Misalnya, beri anak pilihan dalam hal pakaian yang akan ia kenakan atau makanan yang ingin ia makan. Pilihan memberikan anak rasa kontrol atas keputusannya.
  5. Tetap Konsisten dalam Aturan, 
    Pastikan Anda tetap konsisten dalam menetapkan aturan dan konsekuensi bagi anak. Dengan memiliki aturan yang jelas dan konsisten, anak akan tahu apa yang diharapkan dari perilakunya.
  6. Berikan Jalan Keluar yang Aman, 
    Saat anak sedang tantrum, berikan jalan keluar yang aman untuk melepaskan emosi. Misalnya, Anda bisa mengajaknya ke ruang tenang untuk beristirahat atau memberikan bantal atau boneka yang dapat dipeluk.
  7. Berbicara setelah Tantrum Mereda, 
    Setelah tantrum mereda, bicarakan perasaan anak dengan lembut. Tanyakan apa yang membuatnya marah atau frustrasi dan cobalah untuk memahami perspektifnya. Berbicara setelah tantrum mereda dapat membantu anak mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.
  8. Ajarkan Strategi Mengatasi Emosi, 
    Ajarkan anak strategi untuk mengatasi emosinya dengan cara yang lebih baik. Misalnya, ajarkan anak untuk bernapas dalam-dalam atau menghitung sampai sepuluh sebelum merespons situasi yang membuatnya marah.
  9. Pujian dan Hadiah, 
    Berikan pujian dan hadiah ketika anak berhasil mengatasi tantrum atau menunjukkan perilaku yang baik. Pujian dan hadiah positif akan memperkuat perilaku yang diinginkan.
  10. Jaga Kesehatan Emosional Anda, 
    Ingatlah untuk menjaga kesehatan emosional Anda sendiri. Menghadapi tantrum bisa sangat melelahkan dan menantang. Luangkan waktu untuk merawat diri sendiri agar Anda dapat tetap tenang dan penuh kasih sayang dalam menghadapi anak yang sedang tantrum.

Menghadapi tantrum anak dengan bijaksana adalah kunci untuk membantu anak mengatasi emosinya dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih terkendali secara emosional.
Dengan tetap tenang, memberikan dukungan emosional, dan mengajarkan anak strategi untuk mengatasi emosinya, Anda dapat membantu anak merasa didengar dan dihargai. Ingatlah bahwa anak adalah makhluk yang masih dalam proses belajar, dan tantrum adalah bagian dari perkembangan emosional mereka.

Melalui pengertian, kesabaran, dan kasih sayang, Anda dapat membantu anak melewati masa tantrum dengan baik dan memberikan fondasi yang kuat untuk perkembangan sosial dan emosionalnya di masa depan.
Semoga para Bunda senantiasa diberikan ketenangan jiwa raga dalam mendampingi tumbuh kembang ananda tercinta.

Tenang, ada Jana
Ada Jana, tenang...